Tuesday, September 11, 2012
As a teacher
Monday, March 12, 2012
My Condition
Pertama, masalah gigi..
Udah bertekad bulat untuk, akhirnya bersedia mau di cabut. Rontgen ke rumah sakit, terus akhirnya konsul ke dokter. Kata dokternya belum boleh, karena masih ada infeksi, tunggu sampe infeksinya g ada dulu. Padahal sebenernya ud g sakit. Cuma mungkin waktu minum antibiotik terakhir, bakterinya masih nyisa. Dan akhirnya dikasih antibiotik lagi, sodara-sodaraaaa.. Lama-lama bisa overdosis antibiotik jg nih..
Dan yang kedua, masalah perut..
Gatau kenapa, rasanya suka nyeri. Bukan rasa-rasa sakit maag yg perih gitu sih.. Rasanya ky di cubit-cubit dari dalam perut gitu. Dan sakitnya pindah pindah. Kadang lagi bengong bengong tiba-tiba sakit. Pas makan juga kerasa. And well, I admit, klo udah mulai makan-makanan yg g boleh selama thypus. Mulai makan pedes (dikit). Makanya serem banget klo thypusnya kambuh. Nanti bisa g diurusin lagi klo sakit. Dan si laki-laki khawatir itu bakalan cerewet minta ampun klo saya sakit, hehhee..
Akhirnya, karena takut kenapa-kenapa, ke dokter lah sayaa.. Dan katanya, ada masalah di lambung. Dikasih obat lagi. Kali ini tanpa antibiotik, karena tidak disertai demam yang menandakan g ada infeksi.
Mulai lah minum obat, klo yang saya liat di bungkusnya sih, itu obat enzim-enzim pencernaan gitu. Penetral asam lambung dsb. Dan setelah minum itu, g terlalu ngaruh bgt sebenernya.. Dan ketika masalah yang ketiga muncul, saya hentikan minum obat-obat itu..
Dan masalah ketiganya adalah... Sakit pinggang!!
Macam nenek-nenek aja iniii, hahhaa.. Well, saya pikir itu nyeri haid biasa. Karena emg bertepatan sakitnya pas saya lagi haid. Nah, tapi setelah saya rasa-rasa, kayanya bukan.. Rasanya beda. Kemarin sempet sakit banget pas bangun dari tiduran dan jalan. Akhirnya karena takut kenapa-kenapa sama ginjal-nya, saya minum banyaaakk bangett!! Sekarang sih masih sakit sedikit, tapi g terlalu terasa.. Ud bisa beraktifitas normal.
Agak nyeremin sih, secara saya tuh kerjaannya duduk terus kalo di kantor. Jarang jalan-jalan. Walaupun saya banyak minum juga.
Dan kali ini, lebih baik saya g usah ngadu-ngadu ke dokter lagi soal sakit pinggang saya. Nanti malah dikasih obat lg, kasian ginjal saya, bekerja berat. Sekarang minum suplement herbal aja yang teratur, kaya habatussauda sama madu setiap hari. Untuk obat perut, kemarin dikasih obat cacing. Dan gigi saya, lebih cepat lebih baik dicabut. Sabodo lah yang mana aja.. :p
Semoga saya g kenapa-kenapa yaaaa..
Love, Hilwa..
Monday, September 26, 2011
Polar Norway Exhibiton and Lecture Series
26th September 2011
10.30 – 12.00 Opening Ceremony. Norwegian Minister of Environment and Development, Erik Solheim, and Minister of Education, Muhammad Nuh (TBC).
Venue: Floating room (Ruang Pertemuan Apung, Perpustakaan Pusat UI)
12.00 – 13.00 Lecture by Kim Holmén: “Rapid Climate Change in the Arctic and Consequences for the World”. Mr Holmén is International Director at the Polar Institute in TromsØ, Norway.
Venue: Floating room (Ruang Pertemuan Apung, Perpustakaan Pusat UI)
Film: “Breaking the Ice”. The films portrays the researcher and scientist Fritjof Nansen (53 minutes)
28th September 2011
14.00 – 15.00 Lecture by Daniel Mudiarso: “Using the forest to mitigate climate change”
Mr Mudiarso is a Senior Scientist at the Center of International Forestry Research (CIFOR) and Professor at the Departement of Geophysics and Meteorolgy, Bogor Agricultural University (IPB). The lecture will be given in Bahasa Indonesia.
Venue: Floating room (Ruang Pertemuan Apung, Perpustakaan Pusat UI)
5th October 2011
10.00 – 11.00 Lecture by Dr. Budi Haryanto: “Health impacts of climate change and research for adaptation”.
Dr. Haryanto is Head of Research Division of the Research Center for Climate Change. The Lecture will be given in Bahasa Indonesia.
Venue: Floating room (Ruang Pertemuan Apung, Perpustakaan Pusat UI)
12th October 2011
10.00 – 11.00 Lecture by Jostein Gaarder: “Human Rights and Human Obligation. What can be done to address climate change?”
Jostein Gaarder is an author from Norway with high international esteem. With his novel “Sophie’s World” he won the world’s best fiction title in 1995, 33 milion sold copies and translated into 55 languages. Gaarder has established a humanitarian foundation, The Sophie Prize. The prize is an international award for environment and sustainable development.
Venue: Floating room (Ruang Pertemuan Apung, Perpustakaan Pusat UI)
If you want to come, please confirmation to me: climatechange_ui@yahoo.com or if you want to asking something about this event, call me: +6221 60878040
Monday, September 19, 2011
Untitled
Welcome monday again. After long time no posting here, I miss you guys *grin*
Not too busy at office right now, just sending invitation for Polar Norway Exhibition and Lecture Series on next week. I'll inform you about this later :)
I got busy for last two week, lol
and having lot of fun, like hanging out with friends, going karaoke twice time a week!! haa..
come to Miranti's Wedding on Sept 17th and reunion with my high school friends..
Anyway, I want to say: CONGRATULATION FOR GRADUATION to my dear Felix-ers, Batutua's family and all my friend who graduation yesterday..
Thursday, August 4, 2011
General Lecture
Well, ini sih sebenernya urusan pekerjaan :D
Tapi karena saya yang bertanggung jawab dalam acara ini maka saya publish disini juga deh sekalian, hehehe..
RCCC UI akan mengadakan General Lecture dengan judul "Harmonizing Production Landscape in the Era of Climate Change" pembicaranya adalah Dr. Chris Margules (CSIRO Australia).
General Lecture-nya akan diadakan di Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia lantai 1 (yang baru itu lhooo..) pada hari Jum'at, 12 Agustus 2011 pukul 09.00--11.30 (Registrasi pukul 09.00) acara ini gratis dan terbuka untuk umum lhoo..

Nah, jika ingin berpartisipasi silahkan konfirmasi/registrasikan nama, instansi, email dan no. hp kalian ke email: climatechange_ui@yahoo.com
for further info kalian bisa tanyakan ke saya di no tlf +622160878040
See you on August 12th 2011
Hilwa
Thursday, July 28, 2011
Perjalanan Miss Impulsive
Tapi terkadang saya suka terkejut sendiri dengan sifat saya itu, bahwa dari hal-hal yang impulsif, ternyata jadi sesuatu yang menyenangkan, hehee..
Kemarin siang, di tag foto sm Bang Een, teman diving saya. Nah beliau itu kameramen dari Gekko Studio, yang concern pada isu-isu seputar kehutanan. Dan, dia mengundang untuk datang ke acara launching 5 film dokumenternya di Bogor jam 7 malam. Dan langsung aja gitu kepengen dateng, hehe.. :sgt impulsive:
Sibuk lah saya mencari teman, ternyata pada g bisa ke sana malam ini. Dan sendirian lah dari Depok ke Bogor, tapi syukurlah Habib bisa dateng ke sana menemani saya :)
Gak kebayang menelusuri kota Bogor seorang diri, pasti bakalan nyasar..
Anyway.. filmnya kerenn!! Jadi pengen ke hutannn!!
Bercerita tentang kehidupan masyarakat (orang) rimba yang tinggal di hutan, dimana mereka sangat tergantung pada hutan untuk hidup, pada apa yang ada di dalamnya. Seperti masyarakat di Jambi, Riau, Papua, dan Kalimantan. Mereka hanya mengambil yang bisa mereka ambil secukupnya, tidak lebih. Tapi ironis, hutan tempat mereka hidup justru dikuasai oleh orang-orang dari Jakarta, seenaknya menebang pohon untuk di buat kebun sawit, penanaman pohon untuk pembuatan kertas, dan hutan produksi lainnya.
Film ini ingin memperjuangkan hutan untuk masyarakat adat. Agar mereka bisa mendapatkan hak mereka, menjaga hutan dengan sebaik-baiknya, karena pada hakikatnya, mereka lah penjaga dan pemeliharanya.
Mungkin saat ini tidak akan terasa dampaknya akibat penggundulan hutan sedemikian rupa dan sedemikian cepat. Kita di Jakarta, biasa pakai AC, pakai mobil, atau motor, pakai kertas semena-mena, tapi entah kapan, pasti semuanya akan habis. Ah, kadang kalau berfikir skeptis, pasti dunia ini akan tamat.
Tapi apakah begitu saja pertanggung jawaban kita terhadap semesta yang telah memberikan kita kehidupan?
"Jika pohon terakhir tumbang, dan air terakhir berhenti menetes, kita baru akan menyadari bahwa uang tidak bisa dimakan :'( "
Friday, July 22, 2011
Me // My Job
Fyi, saya bekerja dengan pak Jatna Supriatna, dosen Biologi yang pernah jadi Vice President Conservation International dan sekarang kembali lagi ke UI untuk mengurus Pusat Riset Perubahan Iklim. Dan karena beliau sibuk, jadilah saya yang input data-data yang ada di CV beliau ke form isian serdos.
Wheeww.. amazing deh ternyata saya bekerja pada orang yang sangat hebat, jurnalnya aja karena saking banyaknya jadi males saya input, akhirnya saya cuma masukin beberapa puluh. hahha.. (itu aja udah banyak loohh)
Dan belum lagi pengalaman ini itu beliau, mantebh laahh pokoknya..
And you know what? Hari ini deadline gitu lookkhh.. jam 4 sore ajaa..
Tapi pelan tapi pasti saya akan mengerjakan dan menyelesaikan amanah ini sebaik-baiknya :D
xx,
Hilwa
Monday, July 18, 2011
Brother Land Shop Tips
Yeayy..!!
Akhirnya laporan-laporan itu selesai jugaaa.. Satu kewajiban sudah tertunaikan..
Mood saya belakangan ini membaik dengan sendirinya, yaapp.. Daripada mencari kebahagiaan dari orang lain, lebih baik mencari dan membuat kebahagian sendiri. Salah satunya adalah dengan belanjaaa!
Sabtu lalu, saya menemani teman saya beli kebaya untuk wisuda di Tanah Abang.
W.O.W!! Semakin dekat dengan bulan Ramadhan, Tanah Abang amat sangat penuh kawans.. Jangan harap kalian kesana minggu ini atau minggu depan, pasti akan sangat penuh.. Apalagi mendekati lebaran. Pastinya sangat crowded..
Dulu saya pernah beli kebaya untuk wisuda disana. Tapi mencari toko yang sama adalah suatu kesulitan tersendiri. Bayangkan, udah tawaf muter2, toko yang waktu itu g ketemu-ketemu juga. Tapi akhirnya ketemu juga sih, setelah 4 jam mencari :D
Beberapa tips saya untuk berbelanja di Tanah Abang:
- Jika sudah menemukan barang di suatu toko, segeralah beli. Daripada buang-buang waktu untuk berkeliling lebih baik beli saja dulu. Jika tidak, mungkin akan sulit menemukan toko itu lagi nanti.
- Biasanya barang yang dijual di Tanah Abang adalah barang yang dijual grosiran, kodian, atau lusinan. Dengan minumum pembelian 3 buah. Jika mau lebih irit, belanjalah kesana dengan minimal 2 orang teman. Jadi kita bisa mendapatkan barang dengan harga yang lebih murah. Atau bisa juga membeli dengan pembelian minimum jika ingin dijual kembali.
- Jangan takut menawar. Kadang jika kita menilai harga yang ditawarkan sudah murah, kita jadi malas menawar, padahal sebenarnya mungkin kita bisa mendapatkan harga yang lebih murah lagi :D
- Jangan malas untuk mengobrak-abrik dan mencoba suatu barang. Telitilah sebelum membeli, karena bisa jadi barang yang kita beli tidak muat ketika dirumah. Jadi jangan takut mencoba.
- Kenalilah tempat-tempat berbelanjanya, misalnya lantai B untuk bahan-bahan, brokat, gorden, dll.. Lantai 1 untuk fashion, dll. Hal itu agar kalian tidak pusing mencari dan mondar mandir.
- Tentukan tujuan, misalnya mau beli tas, maka kita akan ke lantai 3, jika ingin beli baju ke lantai 5, dst. Hal itu agar kita tidak lapar mata ingin membeli apa yang tidak dibutuhkan dan membuat kantong jebol, hahhaa..
- Gunakanlah pakaian dan sepatu yang nyaman. Yaa, walaupun katanya Tanah Abang ber AC, tapi AC nya g akan sedingin GI, hehee.. dan orangnya sangat banyak, jadi kadang AC tidak terasa sama sekali. Jadi daripada kita kegerahan, lebih baik antisipasi dengan menggunakan pakaian dan sepatu yang nyaman.
- Jagalah barang bawaan anda. Kita tidak pernah tau dimana dan kapan saja copet beraksi. Walaupun alhamdulillah, saya g pernah kecopetan. Tapi g ada salahnya kan menjaga barang bawaan kita. Waspadalah! Waspadalahh!! Kejahatan terjadi bukan karena ada keinginan pelakunya, tapi karena ada kesempatan :D
- Jaga barang belanjaan anda jangan sampai tertinggal. Well, ini sering terjadi pada ibu-ibu yang bawaan borongannya banyak. Hinggap di satu toko, mampir ke toko lain, dan lupa lah kalo dia bawa belanjaan, terus ngeloyor pergi.. Akibatnya barangnya ketinggalan. Adakalanya barangnya bisa ketemu lagi karena diamankan oleh pemilik toko, tapi kadang bisa juga hilang. G mau kan barang belanjaan yang sudah kita beli hilang begitu saja? :D
- Selama saya ke Tanah Abang saya tidak pernah menggunakan mobil pribadi, karena akan sangat repot dan macet akses menuju dan keluar dari Tanah Abang. Gak mau kan waktu belanja terkuras gara-gara kelamaan nyari parkir, atau frustasi duluan karena macet. Biasanya sih saya naik kereta atau naik bajai. Lebih irit waktu, uang, dan tenaga..
xo
Hilwa
Monday, June 27, 2011
Fakta Sepatu
@faktaseru: 29% wanita lebih banyak menghabiskan waktu untuk belanja sepatu dibanding mencari jodoh mereka #faktaseru
*big grin* *wink*
Dan saya termasuk dalam wanita yang 29 persen itu :D hehhee..
Saya lebih suka hunting-hunting sepatu keren, daripada hunting cowo-cowo ganteng (karena mereka g ada di etalase toko, hahha..)
Sebenarnya saya belum bisa dibilang kolektor sepatu juga sih, karena sepatu-sepatu yang saya miliki masih bisa dihitung dengan jari. Tapi kadang suka g tahan ngeliat barang keren dan jodoh di kaki. Kaya yang semalem saya lihat. Dalam hati berjanji, suatu saat akan membeli sepatu itu, hohoho..
Dibanding membeli baju, saya lebih suka membeli sepatu. Kenapa? Karena sepatu bisa dipakai setiap hari, terus lebih long lasting kalo kita menyimpannya dengan baik. Karena ukuran saya g akan bertambah lagi :D
Saya suka semua model sepatu, dari heels, wedges, flat maupun sport shoes.. Asal mereka semua g menyakiti kaki, membuat lecet, dan pegal ketika di pakai. Jarang sekali bisa menemukan sepatu yang seperti itu. Dan sepatu-sepatu di rumah pun beberapa menyakiti kaki, hiks..
Untuk soal harga, asal harganya masih rasional dan matching dengan barangnya, saya tidak terlalu bermasalah. Dan untuk bisa mendapatkan barang yang saya inginkan, saya tidak akan ragu menabung :D
***
Beberapa tips untuk memilih sepatu dari saya:
1. Jika ingin berbelanja sepatu, carilah waktu yang luang. Karena kita membutuhkan waktu untuk mencoba sepatu-sepatu yang ada di toko. Jika kita berbelanja terburu-buru, kita bisa menyesal nanti karena tidak maksimal dalam menentukan pilihan.
2. Jangan ragu mencoba, karena karakteristik kaki kita berbeda-beda. Belum tentu yang terlihat bagus di etalase itu bagus juga di kaki. Dan sebaliknya, belum tentu yang terlihat biasa saja, ternyata ketika di pakai malah sangat bagus sekali di kaki kita.
3. Jangan ragu meminta pendapat orang lain saat membeli sepatu, misalnya teman kita, atau pramuniaga di toko. Mereka bisa memberikan pendapat yang objekitf apakah sepatu yang kita pakai bagus atau tidak. Dan jika berbelanja dengan ibu, saudara atau teman, jika kalian kekurangan uang bisa pinjam mereka juga, hehhe..
4. Pilihlah sepatu yang modelnya kita suka, nyaman di kaki, terutama untuk berjalan. Model bagus belum tentu nyaman, lho.. seperti menggunakan heels, rasanya "beautiful is painful" hehehe.. Saya lebih suka sepatu yang bersol tebal seperti wedges untuk digunakan sehari-hari dan memilih yang memiliki bantalan empuk.. Tapi, itu semua tergantung selera kalian masing-masing.
5. Jika memilih warna, sesuaikan dengan kebanyakan warna pakaian yang kalian miliki. Atau kalian bisa memilih warna netral untuk digunakan dengan banyak pakaian, seperti hitam, cokelat, dan putih. Merah juga warna yang bagus untuk di padu-padankan.
6. Pilih sepatu yang mudah digunakan (tidak ribet) untuk di bongkar pasang. Karena kita kadang harus sholat, dll.. yang membuat kita harus melepas sepatu. Jika sepatu kita termasuk yang 'ribet' tentunya akan menyusahkan mobilitas kita.
7. Sesuaikan dengan tujuan kita membeli sepatu, apakah untuk dipakai bekerja, bermain, ke mall, olah raga, ke pasar, menghadiri resepsi pernikahan, dll. Karena untuk bekerja kita pasti akan membutuhkan sepatu yang lebih resmi daripada untuk yang dipakai bermain.
8. Sesuaikan dengan budget ketika ingin belanja. Jangan lapar mata dan membeli lebih dari anggaran yang kita punya. Itu bisa membahayakan kantong. Untuk mencegahnya, kita bisa hunting-hunting sepatu dulu, memastikan harganya, lalu di lain waktu kita bisa membelinya.
9. Simpan sepatu yang kita punya dengan baik agar lebih tahan lama :)
Demikian sedikit tips membeli sepatu dari saya, based on my experience :D
Semoga bermanfaat <3
***
Well, fyi.. ukuran sepatu saya 38 :D
Jika ada yang berminat membelikan saya sepatu, hahha..
Untuk ulang tahun saya 2 bulan lagi juga tak masalah :p
Colek @NiSsaYJ dan @Qaanita Luthfi :D
Sunday, June 26, 2011
Semangat!!
Saya hampir lupa, pada kata-kata penyemangat saya sendiri yang selalu saya berikan untuk menyemangati orang lain. Saya ingin mengingatkan diri saya lagi :)
You are what you think!
Yappp!! Itu benar.. kadang jika kita selalu berfikir yang negative tentang sesuatu, hal itu akan membuat keadaan kita lebih buruk. Dan akhirnya memang benar-benar buruk. Cobalah mencari sesuatu yang positif, untuk membuat keadaan lebih baik. Menyemangati dan memotivasi diri, membentuk mindset yang baik, agar segala yang dilakukan menjadi baik.. Jangan takut bermimpi yang tinggi, tapi jangan lupa untuk cari bagaimana mewujudkannya. Karena Allah mahatau, dia yang akan memeluk mimpi-mimpi kita.
Jika dihadapkan pada masalah,
Sesungguhnya setelah kesulitan terdapat kemudahan. Sesungguhnya setelah kesulitan terdapat kemudahan. (Qs. Al-Insyirah)
Allah sampai menyebutkannya 2x!! Bayangkan? Apa namanya jika itu bukan suatu penegasan bahwa itu benar adanya. Pernahkah merasakan, bahwa kesulitan-kesulitan, ujian yang kita hadapi memberikan kita pelajaran berharga, setidaknya ada hikmah yang bisa diambil untuk kita petik. Dan tidak mengulanginya dikemudian hari.
Kita belajar lebih dewasa menghadapi dunia, menghadapi orang lain, dan masalah yang lebih berat di depan nanti. Ingat, ujian itu juga bisa menunjukkan tingkat keimanan seseorang. Dan bentuk ujian dari Allah terhadap setiap orang berbeda-beda. Dan kita harus bersyukur, banyak orang yang ujiannya jauh lebih berat dari kita. Tapi kita menganggap bahwa keadaan kita lah yang paling buruk di dunia ini. Sabar, insyaAllah kesabaran tidak ada batasnya :)
Dan ini yang membuat saya tertegun, karena kata-kata ini yang saya butuhkan saat ini.
Jika Anda tidak mencoba, sampai kapanpun Anda tidak akan berhasil..
Dalem..
Ya, kadang saya sendiri takut mencoba, untuk apply sesuatu misalnya. Karena takut menghadapi saingan-saingan, tidak percaya diri, dll.. Tapi benar, setidaknya dengan mencoba kita telah memulai sesuatu. Mungkin seperti mengetuk pintu. Apakah pintunya akan terbuka atau tidak, kita tak akan pernah tau, tapi setidaknya kita sudah mengetuk. Bagaimana pintu itu akan terbuka jika kita tidak mengetuknya? Optimis dan percaya dirilah, toh kita sudah berusaha.
Bahagialah selalu. Dapatkan dari mana saja dirimu mau. Karena itu tergantung dari pikiranmu sendiri :D
*mempositing hal yang sama di Facebook
Monday, June 20, 2011
Surat Untuk Perbatasan
Untuk saudara-saudariku, dari Desa Batutua, Kecamatan Rote Barat Daya..
Hai bintang salib selatan, apa kabarmu? Masihkah jelas terlihat dari sana? Dari Desa Batutua yang temaram karena listrik yang seadanya? Tiada pernah kulupa betapa purnama di sana sangat benderang. Ketika ketandusanmu menjadi suatu pesona eksotis sendiri, bukan Indonesia yang hijau memang. Tapi tetap menyimpan suatu keindahan tersendiri yang lain.
Surat ini kutujukkan untuk seluruh masyarakat yang menerima kami selama sebulan berada disana. Menerima kami dengan ketulusan, kebersamaan, dan penghargaan. Kita berbeda mungkin, agama kita berbeda, warna kulit kita berbeda, makanan kita berbeda, dan bahasamu terasa asing di telingaku. Tapi, tak perlu waktu lama untuk kami berada di hati kalian. Tak perlu waktu lama untuk kalian mempercayai kami mahasiswa yg datang tak diundang. Saya kagum, sangat. Dengan toleransi kalian yang begitu tinggi. Siapa bilang bahwa orang Timur itu kasar, seperti yang diberitakan di televisi, melakukan perkelahian antar suku, dan lain-lain? Kalian tidak!! Dan siapa bilang, jika tinggal jauh dari ibukota kalian tidak Indonesia? Kalian tidak!! Dengan bangganya, setiap tanggal 17, entah bulan apa, kalian mengadakan upacara. Saya ragu, apakah Presiden kita sendiri sudah pernah menginjakkan kakinya ke Rote. Pulau di selatan Indonesia.
Hai adik-adik di Rote, apa kabar? Masihkah ingat pada kakak-kakak yang mengajak kalian bermain ketika sore tiba? Kalian curi-curi pandang ketika melewati rumah kami dan dengan antusias mendengarkan kami ketika kami bercerita. Adik-adik, betapa kakak sedih melihat kalian ke sekolah tanpa alas kaki, padahal jalanan disana panas dan berbatu. Tapi kalian tetap semangat. Betapa kakak sedih melihat kalian makan hanya dengan makanan seadanya, yang membuat kalian kurus dan rambut kalian memerah? Kami merasa hidup kami di sini, di Jakarta sangat jauh dari cukup jika melihat keadaan kalian. Kami ingin melakukan sesuatu untuk kalian di sini, setidaknya agar masyarakat tau, bahwa nun jauh disana, di Rote Barat Daya, ada anak-anak perbatasan yang membutuhkan perhatian. Kami ingin berbagi lebih banyak dari sekadar menginspirasi kalian agar kalian bisa melihat dunia.
Satu bulan membuat saya lebih sadar, bahwa Indonesia begitu luas. Saya baru sadar bahwa makna dari lagu.. Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote.. memiliki arti bahwa Indonesia bukan hanya pulau Jawa, bukan hanya Jakarta. Tempat dimana kakiku berpijak. Dan kalian, yang nun jauh disana, yang jauh dari ibukota, yang berada di batas Indonesia, tapi anggaran daerah kalian lebih sedikit dari korupsi orang yang (katanya) pejabat Negara dan anggota DPR. Sungguh, saya ingin memberi lebih, karena pemerintah kalian disini terlalu sibuk dengan urusannya sendiri. Jakarta sudah terlalu penuh dan bising dengan urusannya sendiri-sendiri.
Rasanya, sangat nyaman tinggal di sana, Rote, kampung halamanku yang lain. Duduk di belakang teras Kantor Desa, tempat kami tinggal, sambil menikmati angin sejuk yang berhembus dari Australia. Rasanya rindu dengan tempat duduk di antara dua batang kelapa, tempat ku membaca buku dan bercengkrama dengan teman-teman. Rasanya sungguh sedih meninggalkan Oma dan Opa yang sangat menyayangi kami dengan tulus. Dan rasa kehilangan serta haru yang sangat, ketika pagi hari, anak-anak SDI Batutua menyempatkan bolos sekolah untuk menyampaikan salam perpisahan kalian pada kami, kakak-kakak yang entah kapan akan kembali lagi.
Semoga, kedatangan kami ketika itu bermanfaat untuk kalian, percayalah bahwa kami tidak akan lupa. Pada kehangatan dan ketulusan kalian, dan sangat ingin kembali pada kesederhanaan Desa Batutua, Rote Barat Daya.
.. Ah, Rote-ku.. apa kabarmu??
Hilwa Salami, K2N UI 2010
Depok, 25 Mei 2011
***
Nah klik disini jika ingin mengetahui tentang Komunitas Sabantara lebih jauh lagi..
bisa juga follow Twitternya di @SabantaraUI
Wednesday, June 15, 2011
Episode Kangen Pantai
Tuesday, June 7, 2011
Backpacking ke Ujung Genteng
Tuesday, August 31, 2010
Tentang Penelitian
Anyway, penelitian saya sebenarnya sudah dilakukan mulai dari bulan Mei untuk pengambilan sampel dan mulai masuk lab di LIPI bulan Juni kemarin. Tapi karena saya masih amatir dalam mengidentifikasi, bulan Juni kemarin saya habiskan untuk belajar identifikasi dan waktu itu saya jug sibuk pembekalan untuk K2N, jadi hasilnya g maksimal.. baru terasa waktu telah terbuang dengan sia2..
Dan sebulan berlalu di bulan Juli untuk kegiatan K2N. Teman satu penelitian saya, Oka, sudah menyelesaikan sebagian sampelnya.. dan saya tertinggal jauhhh, hikkzz..
Jadi saat ini, temans, saya sedang sibuk mengejar ketertinggalan itu. Awalnya berat sekali untuk memulai setelah pulang dari K2N kemarin, untuk masuk Lab, untuk mengintip mikroskop, untuk pergi pagi2 ke LIPI, dan lagi sedang puasa.. bertambah malas saja rasanyaa..
Tapi akhirnya, seperti biasa.. Saya hanya perlu memotivasi diri saya sendiri untuk bisa memulai lagi, karena semester ini akan terasa SANGAT CEPAT!! Saya memikirkan target2 yang saya buat sendiri, memikirkan bahwa saya HARUS diwisuda semester ini, dan entah bagaimana caranya, sampel2 itu harus sudah selesai saya garap maksimal bulan Oktober!!
Akan tetapi, dalam pelaksanaannya, kadang saya merasa sangat bosan sekali melakukan semua itu. Menjalani rutinitas yang 'tidak biasa' dan melelahkan. Naik kereta dengan jadwalnya yg aneh dan penuh dengan orang, kepanasan dijalan, macet, dan lainnya (mungkin selama ini saya terlalu manja=_=; )
belum lagi, sebenernya kegiatan di lab, sangat membosankan dan terkadang bikin saya frustasi.. kegiatan monoton yang seakan membunuh karakter saya sendiri yang tidak suka duduk diam berjam-jam melihat di bawah mikroskop..
ohya, fyi, penelitian saya masih mengenai plankton, fitoplankton, lebih spesifiknya lagi tentang diatom di Teluk Jakarta. Dan banyak sekali jenis-jenis diatom yang ada di Teluk Jakarta. So far dari 20 sampel, saya baru selesai menghitung 3 sampel. Dan berarti masih banyak lagi yg belum -__-;
kebayang kan??:D
Memang ya, terlihat enak kalo udah g ada kuliah lagi di semester terkahir, tapi percayalah kawans, bahwa melakukan penelitian JAUH lebih MELELAHKAN dari pada kuliah. Tanggung jawab dengan apa yg dikerjakan sendiri. Selesai atau tidaknya ya kita yang menentukan sendiri. Kadang banyak orang yang tau2 menghilang ketika mengerjakan tugas akhir, dan malah akhirnya bisa DO. Semoga aja saya g begitu..
Sangat amat dibutuhkan semangat, motivasi, dan tekad yang KUAT, sekuat baja (alaahhh, lebaaayyy :p) untuk memulai dan menjalankannya.. banyak cara untuk memotivasi diri sebenarnya, dan setiap orang beda-beda. Dan kadang dibutuhkan orang lain juga untuk memotivasi diri:)
Ini baru tahap pertama, dalam penelitian untuk skripsi saya, BARU menghitung sampel!! Yang akan menunggu selanjutnya adalah, analisis data, dan MENULIS, revisi, revisi, revisi, dan REVISI..
Menulis, berarti saya harus mencari literatur sebanyak-banyaknya dan membacanya dengan baik. Revisi berarti harus banyak diskusi dan lainnya.. dan setelah itu, baru lah seminar dan sidang.. hff, terlihat melelahkan..
Saya ingin ini perjuangan saya ini segera berakhir, agar saya bisa bernafas lega.. oh ya, saya menghukum diri saya sendiri untuk TIDAK BERJALAN-JALAN sebelum data saya selesai (padahal tawaran plesiran begitu menggoda iman, hahaha). Tapi, tak apalah, nanti akan saya hadiahkan diri saya sendiri untuk BERLIBURRRR begitu ini semua selesai, dan saya memang SANGAT BUTUH LIBURAN, hahha..
Mungkin suatu saat, cerita ini akan jadi kenangan manis, menjalani tugas akhir yang penuh kesan, hehehe..
dan kata teman saya, si Dea Adhicita.. proses ini mungkin mengajarkan saya, bagaimana HIDUP itu SEBENARNYA.. realita kehidupan di Jakarta yang orang-orang alami untuk mencari nafkah, yaitu orang-orang di kereta itu.. dan mungkin suatu saat saya akan mengalami itu, untuk diri saya sendiri, dan untuk orang yang saya sayangi.
Semangat, Wa!! ^.^

