Showing posts with label insomnia. Show all posts
Showing posts with label insomnia. Show all posts

Tuesday, August 19, 2014

Hi.. (again)

Hi, friends..

Udah lama banget yaa, udah g update di blog ini.  Yaap, karena saya mengelola blog saya yang lain.  Memiliki 2 blog seperti memiliki dua kepribadian yang berbeda.  Apa yang saya ingin tampilkan di blog yang ini saya bedakan dengan dengan blog yang lain.  Blog CraftStudioo saya khususkan untuk menampilkan pengalaman saya di dunia peng-crafter-an.  Sedangkan blog ini berisi personal life

Saya sudah lama ingin menulis lagi sebenarnya.  Tapi ingin memulai awal yang baru, seperti membuat blog yang baru misalnya.  Tentang kehidupan saya setelah menikah.  Resep makanan yang dibuat di rumah mungil kami.  Menceritakan kekonyolan kami sehari-hari dan lainnya.  Tapi rasanya sayang sekali meninggalkan blog ini.  Begitu banyak yang terjadi.  Dan menjadi semacam mesin waktu untuk saya mengingat kembali momment-momment yang telah terjadi.  Perasaan saya pun mengembara bersama tulisan saya..

Waktu berlalu.  Orang-orang dalam hidup datang dan pergi.  Entah saya, atau mereka yang pergi dan meninggalkan.  Semua berputar dan tak ada yang abadi.  Di titik tertentu, saya ingin kembali ke masa-masa itu.  Ketika pilihan-pilihan begitu mudah dibuat dan pengalaman diukir sebanyak-banyaknya.  Namun, fase saat ini, yang saya lalui pun begitu berarti dalam hidup saya.

Ya, fase menikah.  Begitu banyak pendewasaan yang saya alami.  Kebahagiaan yang tak bisa diungkapkan ketika mendapati orang yang kau sayangi berada di dekatmu setiap hari, melihatnya bangun tidur, makan masakanmu, memujimu, dan bersyukur memiliki mu.

Inilah hidup saya.
Hilwa

Tuesday, December 13, 2011

Move On!!

Rasanya senang mendapatkan dirimu kembali.
Mendapatkan tujuan baru, mendapatkan kepercayaan diri lagi, jadi seseoang yang lebih baik lagi. Hidup untuk hari ini dan esok. Dan memiliki keyakinan sendiri.

Seperti memotong rambut. Rambut yang dipotong g akan bisa disambung lagi (kecuali extension), tapi dia hanya akan bisa tumbuh. Jadi masa lalu g akan pernah bisa kembali lagi, seingin apapun kita. Yang bisa kita lakukan adalah move on, melihat ke depan.
Mungkin ada yang salah di masa lalu, cuma cukup sampai saat itu sj, kita harus berani memutuskannya sampai mana. Mengakhirinya, memotongnya.

Langkah langkah kecil kumulai dengan lebih tenang. Aku hanya tinggal memilih jalan mana yang kuinginkan, dan jika itu menjadi nyata, syukurku tak terkira pada Nya.
Tapi jika tidak, Dia hanya menunggu, seberapa jauh keinginan kita untuk mencapainya. Dan kamu akan takjub melihat hasil akhirnya, bahwa sebenarnya Dia merengkuh mimpi-mimpimu.

Hanya itu.

Pengalaman Interview

Well, saya mencoba mengetuk pintu-pintu itu lagi. Setelah lama tak melakukan ketukan-ketukan karena terlena dalam zona nyaman, akhirnya saya merasa buntu, kreativitas dan potensi saya seakan g keluar. Dan saya rasa, saya harus meninggalkan zona nyaman ini.

Iseng-iseng mencoba apply reporter di MNC TV suatu siang, dan sorenya, saya di telfon untuk test tulis. Still can't believe my luck, alhamdulillah..
Dan mulailah tes tulisnya, udah lama bgt g psikotes. Ternyata tesnya agak sedikit berbeda dengan IQ test ketika SD, SMP, atau SMA. Ini lebih analisis sifat, minat, bakat, dan juga intelegensia. Dan dua minggu kemudian, di telelpon lagi, katanya saya lolos tes tulis. Alhamdulillah lagi :)

Instruksi selanjutnya adalah: Wawancara!
Well, buta banget sebenernya. Ud lama g update berita, cm tau sekilas2 aja. Terus saya jg jarang bgt nonton MNC TV, g tau apa2 tentang anak perusahannya itu. Tapi lucu bgt proses wawancaranya, ketemu banyak temen baru yg baik-baik. Sepertinya menyenangkan belajar bersama mereka, serasa kuliah lagi pastinya.
Soal wawncara, saya berusaha menjadi diri saya sendiri. Ceria, asertif, jujur, terbuka. Dan yaah, kalo g keterima yg penting saya udah usaha.

Dan akhirnya, sehari setelah wawancara HRD, saya dipanggil lagi untuk wawancara dengan Pemred..
Yang ini beda tekanannya. Well, sangat kritis lahh, g bisa dikedipin, hahhaa..
Serius banget lah pokoknya.

Sekarang tinggal tunggu proses seleksi ini. Siap-siap deh tunggu telepon masuk :D

Sunday, February 7, 2010

:Kesepian:


Lagi Lagi aku menghapusnya. tuLisan yang tidak JeLas dan hanya berkeLebatan di otak. muncuL siLih berganti. Dan terkadang rasa sepi menyergap. Betapa tidak, aku sering kaLi di hadapkan pada rasa tidak percaya pada orang Lain, dan tak ingin bergantung pada orang2 itu. Rasa ingin sendiri begitu besar. Bukan karena aku dikuciLkan oLeh Lingkungan, tapi aku hanya ingin menJaga Jarak dengan orang agar tidak timbuL suatu ikatan, entah apa itu namanya. Mungkin karena takut berpisah dan ditinggaL, kadang aku Lebih memiLih sendiri.

Tapi, siapakah yang sanggup hidup daLam derita bernama kesepian? Rasanya aku bisa mengerti perasaan Naruto yang Lahir dan ditakuti orang di desanya. Semua memandangnya dengan tatapan yang aneh. Mungkin aku mengerti. Tapi Naruto berusaha, setidaknya agar dapat diterima oLeh yang Lain. Kadang aku Juga begitu, tapi aku merasa semua itu hanya topeng agar aku dapat diterima dengan baik oLeh orang Lain, dan bukan menJadi diriku.

Mungkin sebaiknya aku menJauhkan prasangka, bahwa masih ada orang diLuar sana yang membutuhkanku. Tapi apakah aku cukup berharga untuk dicari ketika aku tak ada? Tapi apakah mereka akan membicarakan kebaikanku ketika aku pergi, atau mereka bersyukur ketika aku tak ada?

Pernah terbayang ketika aku mati, apakah akan ada orang yang menangisi kepergianku? Rasanya aku tak cukup berharga untuk ditangisi. Orang datang dan pergi, dan ketika mereka pergi, hanya kenangan yang tersisa. BiarLah aku mengisi hidupku dengan sesuatu yang baik menurut kaLian, waLaupun disini aku sendirian.

Tuesday, January 5, 2010

:RefLection:

“Seperti cermin yang memantuLkan bayangan. Tak berbohong, JuJur, dan apa adanya. Apa yang memantuLkan, sama dengan yang dipantuLkan.”

Hari sudah beranJak maLam. Dan mataku beLum terpeJam, aku baru seLesai mandi. Tak bisa tidur, seperti biasa. Entah apa yang merasukiku, tau2 aku terfikirkan sesuatu. Mungkin agaknya aku masih baru tersadar akan waktu yang demikian cepat berLaLu. Ya, sudah tahun baru saJa. Sekarang sudah tanggaL 5, beLum terLambat rasanya membuat suatu ‘Garis Besar HaLuan Diri’. Tahu-tahu, aku sedih sendirian. Mungkin sudah banyak haL sia-sia yang aku LaLui seLama ini. BeLum terLambat memang untuk berubah, seLagi masih ada waktu.

Di tahun ini, Jika ALLah menghendaki, aku akan menginJak usia 22 tahun buLan Agustus nanti. Masih Lama memang. Tapi, tanpa terasa saat itu akan tiba, mungkin tanpa kusadari. LaLu, apa yang teLah kuLakukan seLama ini? Rasanya seperti tenggeLam daLam rutinitas tanpa angan dan kreativitas. Aku seperti terLena akan hidup yang berJaLan Lurus dan muLus, kadang memang ada riak keciL, tapi tak banyak. Dan seJauh ini, aku berhasiL meLaLui semuanya dengan baik. Tak mau bersombong, tapi rasanya yang kuinginkan dapat dengan mudah atau dengan usaha yang sedikit, bisa kucapai. Sampai aku sendiri pun heran, dari mana datangnya keberuntungan itu? Dan, haL itu membuatku Lebih bersyukur. Banyak sekaLi nikmat dan kemudahan yang ALLah berikan padaku.

2010. Kupikir, tahun ini akan sedikit berbeda. Aku sudah diuJung, mahasiswi tingkat 4. Dengan tanggung Jawab pada orang tua untuk cepat LuLus kuLiah dan sedikit meringankan bebannya. Aku ingin LuLus tahun ini, akhir tahun paLing Lambat. Tak main-main Lagi. WaLaupun tadinya aku ingin menikmati kuLiah S1 sedikit Lebih Lama. WaLaupun sempat terfikir oLehku, sampai saat ini, aku masih saLah Jurusan. Tapi, qodaruLLah, mungkin ini Lah yang terbaik yang bisa kucapai, aku harus bersungguh-sungguh.

22 tahun, Agustus nanti. Rasanya, sudah waktunya untuk matang. Tapi, aku sendiri tidak merasa seperti itu. Aku masih ingin mengingkari waktu dan menganggap waktu masih bisa menunggu untukku. Tapi, kaLi ini tidak akan Lagi. Its time to growing up! Aku harus Lebih berbenah. Sedikit demi sedikit, insya ALLah. DimuLai dengan Langkah-Langkah keciL, dan semoga bisa istiqomah.

Dan cinta. ApaLah dia? Tak ingin Lagi bermain-main dengan kata itu. BiarLah waktunya tiba. Bukankah haL yang demikian itu Lebih indah Jika masih misteri? Dan yang teLah berLaLu, cukupLah menJadi peLaJaran untukku, untuk mengerti dan memahami cinta yang sebenarnya. Tak perLu ada yang kusesaLi, biarLah ia terLupa, usang, dan pudar dimakan waktu. Kusimpan hati ini baik-baik, sampai saatnya tiba untuk kuberikan pada seseorang nantinya. Orang yang pantas.

"BismiLLah.. aku ingin memuLai, dengan suatu niat yang baik. Semoga bisa istiqomah daLam Langkah-Langkah keciLku”