Assalamualaikum, readers..
Nongol lagi, ehhh... tau-tau udah bulan Ramadhan aja yaa..
WOW, time goes flies yaa..
Sebenernya bingung mau nulis apa, hmm.. ini aja deh..
I WILL MARRIED SOON!! :)
Saat-saat yang berbahagia dan ditunggu-tunggu akhirnya akan tiba. Sebuah penantian yang berujung bahagia, insyaallah... alhamdulillah yaaa, sesuatuuuu *ala Syahrini*
Satu persatu persiapan pun kita lakukan berdua, dari mulai lamaran, cari tempat, cari tanggal, catering, urusan KUA yg belibet, undangan, souvenir, seserahan, seragam.. Dan dipersiapkan dengan kilat. hhahaa.. less than 1 month kyana ngurusin ini-itu..
Sekarang-sekarang ini sih, tinggal lunasin sana sini aja apa yang kita pesan, n sebar undangan deh..
Ahh, rasanya campur aduk.. hahhaa.. bahagia bahagia gimanaa gitu..
Cuma yaa, namanya mau nikah, adaa aja satu dua hal yang jadi masalah. Tapi alhamdulillahnya kita berdua bisa melaluinya dengan baik. Tinggal memantapkan diri masing-masing untuk menuju jenjang yang lebih baik lagi. Semoga banyak kebaikan yang kami dapatkan nantinya. Aminn..
Rasanya seperti mimpi, jika harapan-harapan mu terkabul satu demi satu. Ya, keinginan untuk menikah diusia 25 insyaallah dapat terwujud segera. Kita cuma merencanakan, Allah yang menentukan. Semoga impian dan harapan yang lain segera terwujud kemudian.
Well, tunggu update selanjutnya yaa..
Sunday, July 14, 2013
Sunday, May 19, 2013
AMPUTASI
Menurut Wikipedia, amputasi dapat berarti suatu keadaan ketiadaan sebagian atau seluruh
anggota gerak atau menunjukkan atau menunjukkan suatu prosedur bedah.
Karena itu amputasi dikelompokkan atas dua kelompok yaitu amputasi
kongenital dan amputasi bedah. Pada amputasi kongenital ketiadaan
anggota gerak disebabakan gangguan oleh pembentukan organ yang dibawa
sejak lahir, sedang amputasi bedah adalah prosedur pemotongan yang
memeotong tulang.
Sudah memasuki bulan ke 3 ayahku sakit. Sudah banyak rumah sakit disinggahi untuk melakukan perawatan. Kami semua tidak rela jika prodedur amputasi sampai dilakukan pada kakinya. Upaya alternatif kami lakukan, mulai dari stem cell, hingga perawatan luka intensif disebuah klinik yang memakan biaya tidak sedikit. Hal tersebut diupayakan agar kakinya, jari-jarinya, jaringannya, ototnya masih bisa diselamatkan.
Apa yang akan terjadi jika beliau kehilangan kakinya? Itu yang kami pikirkan. Ketika pertama beliau dirawat di RSCM, schock sekali melihat kondisi kakinya berubah menjadi parah dan seekstrim itu. Dari memar karena refleksi, akhirnya menjadi separah itu, dalam hitungan hari. Menyebabkan infeksinya menyebar cepat ke seluruh tubuhnya. Dan tentu saja, akhirnya melemahkan tubuhnya. Bertahan dengan bantuan obat-obatan untuk melawan infkesi. Dokter pun menyarankan untuk diamputasi, karena khawatir kondisinya memburuk karena infeksi menjalar.
Atas rekomendasi dokter lain, kami memutuskan untuk tidak mengoperasinya. Lalu dipindahkan lagi ke rumah sakit lain. Di rumah sakit itu dilakukan prosedur stem cell. Penumbuhan kembali sel-sel yang rusak dengan isolasi sel yang hidup (sehat). Menurut Wikipedia, stem cell atau sel punca adalah berfungsi sebagai sistem perbaikan untuk mengganti sel-sel tubuh yang telah rusak demi kelangsungan hidup organisme. Saat sel punca terbelah, sel yang baru mempunyai potensi untuk tetap menjadi sel punca atau menjadi sel dari jenis lain dengan fungsi yang lebih khusus, misalnya sel otot, sel darah merah atau sel otak
Kondisinya sempat membaik pasca menjalani pengobatan dengan stem cell, jaringan baru segera terbentuk dalam hitungan hari. Seperti menyaksikan adegan dalam science fiction rasanya, melihat jaringan baru tumbuh dengan cepat membungkus jaringan rusak. Pembuluh darah yang tersumbat pun dilancarkan lagi dengan menggunakan metode Coronary Angioscopy, dan tentu saja prosedur ini memakan banyak biaya.
Tapi, luka diabetes tidak semudah itu ditaklukkan. Luka yang menutup dari luar ternyata seperti menyimpan bom waktu untuk kembali terbuka. Selang beberapa hari, terjadi pembusukan di bawah kulit. Sel-sel mati memancing bakteri hidup kembali. Hingga kondisinya kembali memburuk. Lagi-lagi dokter menyarankan untuk amputasi. Rekomendasi dokter diamputasi jari-jarinya, karena pembuluh darah pada jari-jari sudah tidak aktif, alias mati. Jika keadaan kembali memburuk amputasi dilakukan hingga mata kaki.
Lagi-lagi kami tidak rela.
Lalu, ada yang menyarankan untuk melakukan perawatan luka di sebuah klinik di daerah Pondok Indah, kami pun ikhtiar ke sana. Terapi dengan laser untuk melancarkan peredaran darah dan perawatan luka. Luka yang membusuk dibuka dan dibuang jaringan yang mati hingga ketemu jaringan yang sehat. Diharapkan jaringan yang sehat tersebut akan tumbuh kembali.
Perlahan, jaringan baru tumbuh. Memang tidak secepat metode stem cell. Tapi ketika dulu beliau pernah luka, perawatan luka dengan cara ini dapat membuat lukanya sembuh. Kami pun menyimpan harapan dengan cara ini. Walaupun karena lukanya besar, dibutuhkan perawatan yang intensif dan memakan waktu yang lebih lama.
Tapi, minggu lalu, kondisinya kembali menurun. Demam yang menandakan infeksi kembali muncul. Akhirnya harus kembali di rawat di rumah sakit. Infeksi di jari kaki yang tinggi dilawan dengan antibiotik yang membenai fungsi ginjal. Dokter sudah menyarankan untuk melakukan cuci darah jika ingin mempertahankan kakinya. Atau option lain, diamputasi agar menghilangkan sumber infeksi.
Akhirnya, dengan berat hati. Mendengar suara parau ibuku bercerita tentang kondisi ayahku, operasi amputasi akan dilakukan.
Mohon doanya
***
*Sitasi dari Wikipedia, karena tidak sempat mencari dari referensi lain. Lagipula ini bukan tulisan ilmiah.
Sudah memasuki bulan ke 3 ayahku sakit. Sudah banyak rumah sakit disinggahi untuk melakukan perawatan. Kami semua tidak rela jika prodedur amputasi sampai dilakukan pada kakinya. Upaya alternatif kami lakukan, mulai dari stem cell, hingga perawatan luka intensif disebuah klinik yang memakan biaya tidak sedikit. Hal tersebut diupayakan agar kakinya, jari-jarinya, jaringannya, ototnya masih bisa diselamatkan.
Apa yang akan terjadi jika beliau kehilangan kakinya? Itu yang kami pikirkan. Ketika pertama beliau dirawat di RSCM, schock sekali melihat kondisi kakinya berubah menjadi parah dan seekstrim itu. Dari memar karena refleksi, akhirnya menjadi separah itu, dalam hitungan hari. Menyebabkan infeksinya menyebar cepat ke seluruh tubuhnya. Dan tentu saja, akhirnya melemahkan tubuhnya. Bertahan dengan bantuan obat-obatan untuk melawan infkesi. Dokter pun menyarankan untuk diamputasi, karena khawatir kondisinya memburuk karena infeksi menjalar.
Atas rekomendasi dokter lain, kami memutuskan untuk tidak mengoperasinya. Lalu dipindahkan lagi ke rumah sakit lain. Di rumah sakit itu dilakukan prosedur stem cell. Penumbuhan kembali sel-sel yang rusak dengan isolasi sel yang hidup (sehat). Menurut Wikipedia, stem cell atau sel punca adalah berfungsi sebagai sistem perbaikan untuk mengganti sel-sel tubuh yang telah rusak demi kelangsungan hidup organisme. Saat sel punca terbelah, sel yang baru mempunyai potensi untuk tetap menjadi sel punca atau menjadi sel dari jenis lain dengan fungsi yang lebih khusus, misalnya sel otot, sel darah merah atau sel otak
Kondisinya sempat membaik pasca menjalani pengobatan dengan stem cell, jaringan baru segera terbentuk dalam hitungan hari. Seperti menyaksikan adegan dalam science fiction rasanya, melihat jaringan baru tumbuh dengan cepat membungkus jaringan rusak. Pembuluh darah yang tersumbat pun dilancarkan lagi dengan menggunakan metode Coronary Angioscopy, dan tentu saja prosedur ini memakan banyak biaya.
Tapi, luka diabetes tidak semudah itu ditaklukkan. Luka yang menutup dari luar ternyata seperti menyimpan bom waktu untuk kembali terbuka. Selang beberapa hari, terjadi pembusukan di bawah kulit. Sel-sel mati memancing bakteri hidup kembali. Hingga kondisinya kembali memburuk. Lagi-lagi dokter menyarankan untuk amputasi. Rekomendasi dokter diamputasi jari-jarinya, karena pembuluh darah pada jari-jari sudah tidak aktif, alias mati. Jika keadaan kembali memburuk amputasi dilakukan hingga mata kaki.
Lagi-lagi kami tidak rela.
Lalu, ada yang menyarankan untuk melakukan perawatan luka di sebuah klinik di daerah Pondok Indah, kami pun ikhtiar ke sana. Terapi dengan laser untuk melancarkan peredaran darah dan perawatan luka. Luka yang membusuk dibuka dan dibuang jaringan yang mati hingga ketemu jaringan yang sehat. Diharapkan jaringan yang sehat tersebut akan tumbuh kembali.
Perlahan, jaringan baru tumbuh. Memang tidak secepat metode stem cell. Tapi ketika dulu beliau pernah luka, perawatan luka dengan cara ini dapat membuat lukanya sembuh. Kami pun menyimpan harapan dengan cara ini. Walaupun karena lukanya besar, dibutuhkan perawatan yang intensif dan memakan waktu yang lebih lama.
Tapi, minggu lalu, kondisinya kembali menurun. Demam yang menandakan infeksi kembali muncul. Akhirnya harus kembali di rawat di rumah sakit. Infeksi di jari kaki yang tinggi dilawan dengan antibiotik yang membenai fungsi ginjal. Dokter sudah menyarankan untuk melakukan cuci darah jika ingin mempertahankan kakinya. Atau option lain, diamputasi agar menghilangkan sumber infeksi.
Akhirnya, dengan berat hati. Mendengar suara parau ibuku bercerita tentang kondisi ayahku, operasi amputasi akan dilakukan.
Mohon doanya
***
*Sitasi dari Wikipedia, karena tidak sempat mencari dari referensi lain. Lagipula ini bukan tulisan ilmiah.
Thursday, April 18, 2013
My 'Lil World
Belakangan ini cuaca cukup buruk. Hujan badai, angin kencang, disertai petir menyambar-nyambari di sekitar Depok, Jakarta dan sekitarnya. Kalau lagi ky gini, rasanya bersyukur banget punya tempat kerja yang deket dari rumah. Istilahnya tinggal ngesot juga sampe.
Ngebayanginnya aja udah bikin pusing kalo harus merasakan macet-macetan kendaraan bermotor, berpolusi, dingin, menembus rimba jalan raya. Atau berdesak-desakan di KRL yang udah kaya ikan di botol sarden rasanya. Nafas aja susah saking seseknya ketika jam berangkat n pulang kantor. Atau berdiri di bus kota yang rasanya g sampe-sampe ke tempat tujuan. Dan well, tentunya mengulang aktifitas itu untuk setiap hari.
Ya, memang alhamdulillah sekali sebenarnya. Masih kerja di lingkungan yang baik, asri, segar, dan dekat dari rumah. Paling stress ketika menghadapi anak-anak yang susah diatur. Kadang emang saya suka g sabar sedikit, tapi didiemin juga baik lagi sih mood saya.
Kadang pernah sih mikir, kalo dunia saya itu begitu sempit. Cuma segitu-gitu aja. Belum puas rasanya merasakan banyak hal. Pengen lebih kaya pengalaman lagi selagi masih muda, mampu, menimba ilmu, dan bisa berkarya lebih luas lagi. Entah kapan ada kesempatan itu. Semoga masih ada kesempatan itu untuk saya, amiinn..
Ngebayanginnya aja udah bikin pusing kalo harus merasakan macet-macetan kendaraan bermotor, berpolusi, dingin, menembus rimba jalan raya. Atau berdesak-desakan di KRL yang udah kaya ikan di botol sarden rasanya. Nafas aja susah saking seseknya ketika jam berangkat n pulang kantor. Atau berdiri di bus kota yang rasanya g sampe-sampe ke tempat tujuan. Dan well, tentunya mengulang aktifitas itu untuk setiap hari.
Ya, memang alhamdulillah sekali sebenarnya. Masih kerja di lingkungan yang baik, asri, segar, dan dekat dari rumah. Paling stress ketika menghadapi anak-anak yang susah diatur. Kadang emang saya suka g sabar sedikit, tapi didiemin juga baik lagi sih mood saya.
Kadang pernah sih mikir, kalo dunia saya itu begitu sempit. Cuma segitu-gitu aja. Belum puas rasanya merasakan banyak hal. Pengen lebih kaya pengalaman lagi selagi masih muda, mampu, menimba ilmu, dan bisa berkarya lebih luas lagi. Entah kapan ada kesempatan itu. Semoga masih ada kesempatan itu untuk saya, amiinn..
#RandomThings
Well, its April. And its will ended soon.
Hmm.. gak kerasa banget yaa, udah mau tengah tahun aja sebentar lagi. Sekarang kayanya jarang bgt jalan-jalan nih. Dulu, g boleh liat tanggalan warna merah dikit, pasti langsung capcus. Sekarang? Susye banget kayanya. Padahal kaki udah gatel bgt nih pngn keliling. Apalagi sejak hardisk rusak. Pengen menambah memori di banyak tempat lagi.
Will you be my travel mate? :)
Hmm.. gak kerasa banget yaa, udah mau tengah tahun aja sebentar lagi. Sekarang kayanya jarang bgt jalan-jalan nih. Dulu, g boleh liat tanggalan warna merah dikit, pasti langsung capcus. Sekarang? Susye banget kayanya. Padahal kaki udah gatel bgt nih pngn keliling. Apalagi sejak hardisk rusak. Pengen menambah memori di banyak tempat lagi.
Will you be my travel mate? :)
#RandomThings
Galau itu ketika lama g ketemu, sampe terkangen-kangen. Hahhaa..
Emang sih, sekarang jauh lebih imun kalo ngadepin rasa kangen. Dengan banyakin kesibukan, berada di keramaian, yaahh.. pokoknya keep busy and dont be alone. Kalo lagi gak ngapa-ngapain, pasti kerasa banget.
Gak lama juga sih sebenernya gak ketemunya, masih dalam hitungan minggu. Gak kaya dulu yg berbulan bulan baru ketemu.
Ya biasalah, apalagi saingannya kalo bukan pekerjaan dan tugas kuliah yang menumpuk. Well, kalo mereka berdua adalah wanita, pasti saya udah cemburu berat. hohooo..
Tapi dinikmati aja lah rasa kangennya..
Someday we'll be together, right honey? <3 br="">3>
Emang sih, sekarang jauh lebih imun kalo ngadepin rasa kangen. Dengan banyakin kesibukan, berada di keramaian, yaahh.. pokoknya keep busy and dont be alone. Kalo lagi gak ngapa-ngapain, pasti kerasa banget.
Gak lama juga sih sebenernya gak ketemunya, masih dalam hitungan minggu. Gak kaya dulu yg berbulan bulan baru ketemu.
Ya biasalah, apalagi saingannya kalo bukan pekerjaan dan tugas kuliah yang menumpuk. Well, kalo mereka berdua adalah wanita, pasti saya udah cemburu berat. hohooo..
Tapi dinikmati aja lah rasa kangennya..
Someday we'll be together, right honey? <3 br="">3>
Subscribe to:
Posts (Atom)
